
Langit Jakarta masih bersahabat ketika rombongan kami tiba di gedung megah berwarna abu yang berdiri tegak di Palmerah. Di balik dinding kaca itu, sebuah rutinitas penting tengah berlangsung. Kata demi kata disusun dengan cermat untuk nantinya dibaca oleh jutaan mata di seluruh Indonesia. Hari itu, kami tidak sekadar datang berkunjung. Kami hadir untuk menyelami jantung dari salah satu media terbesar dan paling berpengaruh di tanah air, yaitu Kompas.
Langkah pertama kami memasuki ruang redaksi disambut oleh suasana yang khas. Ada hiruk-pikuk yang tenang namun penuh konsentrasi. Di depan kami terbentang barisan meja kerja dengan layar komputer yang menampilkan draf berita, infografis, dan data terbaru. Kami diperkenalkan kepada para penggerak utama di balik layar Kompas. Mereka adalah editor senior, wartawan, dan tim digital yang menjalankan roda redaksi setiap harinya. Bukan hanya menyambut, mereka membagikan ilmu, cerita lapangan, serta filosofi kerja jurnalistik yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa komunikasi.
Salah satu bagian paling berkesan dari kunjungan ini adalah ketika kami diajak melihat langsung proses seleksi dan penyusunan berita. Tim redaksi menjelaskan bagaimana setiap topik melalui pertimbangan mendalam. Diskusi dan penilaian dilakukan secara kolektif untuk memastikan bahwa setiap berita yang dimuat layak, faktual, dan memiliki nilai bagi masyarakat. Kami menyadari bahwa menghasilkan satu berita saja membutuhkan tanggung jawab yang besar. Proses tersebut membuka wawasan kami bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar menyusun kalimat, tetapi menyampaikan kebenaran dengan presisi dan etika.
Kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke ruang produksi. Kami menuruni anak tangga menuju tempat mesin cetak berukuran besar beroperasi. Suara mesin, aroma tinta, dan kertas-kertas besar yang bergulir cepat menciptakan suasana yang mendebarkan. Di ruangan inilah kami melihat langsung bagaimana koran Kompas dicetak. Prosesnya begitu cepat dan teratur. Gulungan kertas putih dalam sekejap berubah menjadi halaman-halaman berita yang siap didistribusikan ke seluruh penjuru negeri. Ini adalah pengalaman langka yang menumbuhkan rasa kagum dan rasa hormat terhadap kerja para pekerja media.
Dari awal hingga akhir kunjungan, kami tidak hanya mendapat pengetahuan baru tetapi juga pengalaman yang menggugah semangat kami untuk mengenal lebih dalam dunia jurnalistik. Kami belajar bahwa dalam setiap berita yang terbit, ada kerja keras, dedikasi, dan integritas yang tidak terlihat oleh pembaca. Kompas bukan hanya media informasi. Ia adalah dapur besar tempat para jurnalis bekerja, berpikir, dan berkarya untuk menyajikan kebenaran kepada publik.
Di tempat inilah, berita tidak hanya ditulis, tetapi juga dibentuk dan dipoles dengan hati-hati. Kunjungan ini mengajarkan bahwa dunia media adalah dunia yang penuh semangat, disiplin, dan nilai-nilai profesional. Dan kami pulang dengan membawa inspirasi serta rasa hormat yang lebih dalam terhadap peran media dalam membangun kesadaran masyarakat.